Regulatory Disharmony In Mining Downstream Policies: Ensuring Investment Certainty And Environmental Protection In Indonesia

Main Article Content

Arya Elang Anom
Zulfikri Toguan
Azbi Arief Habibi

Abstract

Indonesia's mining downstream (hilirisasi) policy, grounded in Law Number 3 of 2020 on Mineral and Coal Mining and Law Number 11 of 2020 on Job Creation, faces serious challenges stemming from regulatory disharmony that threatens investment certainty and weakens environmental protection. This study aims to analyze three main dimensions of such disharmony: first, the normative conflict between centralization of mining authority and regional government authority under Law No. 23 of 2014; second, the "green economy" paradox between promoting nickel downstream for the global electric vehicle supply chain and tangible ecological damage on the ground; third, the fragmentation of environmental responsibility following the establishment of Danantara as a Sovereign Wealth Fund. This research employs a normative juridical method with statutory, conceptual, and comparative approaches. The findings indicate that regulatory disharmony creates normative vacuums in local-level environmental oversight, generates risks of greenwashing in Indonesia's green economic diplomacy, and obscures the locus of responsibility between parent companies and operating subsidiaries for environmental compliance. This study recommends the establishment of an integrative legal instrument mandating ESG (Environmental, Social, and Governance) internalization as a precondition for business certainty, supported by multi-level oversight mechanisms that preserve meaningful regional roles.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Anom, A. E., Zulfikri Toguan, & Azbi Arief Habibi. (2026). Regulatory Disharmony In Mining Downstream Policies: Ensuring Investment Certainty And Environmental Protection In Indonesia. International Journal of Health Engineering and Technology, 5(2). https://doi.org/10.55227/ijhet.v5i2.1051
Section
Technology

References

Ciptaswara, I.G.A.B. & Sulistiowati. (2023). Hambatan Kebijakan Hilirisasi Mineral dan Tantangan Sinergi Industri Manufaktur di Indonesia. Jurnal Hukum Ekonomi. 12(2): 145-168.

Craig, P. (2023). Administrative Law. 9th ed. London: Sweet & Maxwell.

Dewi, R.A., et al. (2022). Fenomena Banjir Regulasi dan Urgensi Harmonisasi Hukum dalam Sektor Pertambangan Indonesia. Jurnal Konstitusi. 19(3): 512-538.

European Commission. (2024). Directive on Corporate Sustainability Due Diligence (CSDDD), Directive (EU) 2024/1760.

Hartana. (2021). Dampak Manajemen Buruk dan Lemahnya Penegakan Hukum Pertambangan terhadap Iklim Investasi. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia. 8(1): 77-104.

Krustiyati, A. & Gea, A.A. (2023). Kekalahan Indonesia di WTO dalam Sengketa Nikel dan Implikasinya terhadap Kepastian Hukum Investasi. Jurnal Hukum Internasional. 20(2): 201-228.

Marbun, R. & Nugroho, S.A. (2024). Danantara dalam Transisi Ekonomi Hijau: Antara Potensi dan Risiko Greenwashing. Jurnal Hukum dan Pembangunan. 54(1): 1-26.

Mbunai, N. & Rahmadani, D. (2023). Hilirisasi sebagai Syarat Hukum Perpanjangan WIUPK dan Instrumen Investasi Berkelanjutan. Jurnal Pertambangan dan Energi. 7(1): 55-82.

Nugraha, A., et al. (2022). Ketidaksinkronan UU Pemerintahan Daerah dan UU Minerba 2020 dalam Kewenangan Pengawasan Tambang. Jurnal Ilmu Hukum. 15(1): 23-50.

Nugroho, H. (2022). Kebijakan Pembatasan Ekspor Mineral sebagai Alternatif Larangan Total dalam Kerangka Perdagangan Internasional. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik. 13(2): 88-115.

Palempung, P., et al. (2023). Investasi Pertambangan Berkelanjutan: Integrasi Prinsip PPLH dalam Kerangka Perizinan Berusaha. Jurnal Hukum Lingkungan. 10(2): 130-157.

Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 32.

Rompas, R.I. & Hayati, T. (2022). Ancaman Limbah Smelter Nikel terhadap Ekosistem Laut dan Efektivitas PP 22/2021. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia. 9(1): 45-76.

Setiawan, B. & Fadlhia, N. (2023). Hilirisasi Nikel dan Ekologi Politik: Kritik atas Narasi Ekonomi Hijau Indonesia. Jurnal Studi Pembangunan. 18(1): 10-38.

Suryani, E., et al. (2022). Transformasi Strategi Desentralisasi ke Sentralisasi dalam Tata Kelola Pertambangan Nasional. Jurnal Administrasi Publik. 14(2): 192-218.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244.

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 147.

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 245.

United Nations. (2006). Principles for Responsible Investment (UN-PRI). United Nations Environment Programme Finance Initiative.

World Trade Organization. (2022). Indonesia – Measures Relating to Raw Materials (WT/DS592/R). Panel Report. 17 November 2022.