The Relationship Between Body Mass Index (BMI) And The Incidence Of Primary Dysmenorrhea Among Female Adolescents At La Tansa 2 Senior High School In 2025
Main Article Content
Abstract
Dysmenorrhea is menstrual pain that is often experienced by adolescent girls and can interfere with daily activities. One factor that is thought to be related to dysmenorrhea is Body Mass Index (BMI), because being underweight or overweight can affect the balance of reproductive hormones. This study aims to determine the relationship between Body Mass Index (BMI) and the incidence of dysmenorrhea in adolescent girls at La Tansa 2 High School. This study used a descriptive analytical design with a cross-sectional approach. The study population consisted of all female students at La Tansa 2 High School who were menstruating, with a simple size of 77 respondents using total sampling that met the inclusion criteria. Data were collected through questionnaires and measurements of weight and height to determine BMI. Data analysis was performed using univariate and bivariate analysis with the chi-square test. The results showed that of 77 respondents, 34 respondents (44.2%) had abnormal nutritional status, including underweight, overweight, and obesity. Of those with the abnormal nutritional status, 25 respondents (73.5%) experienced dysmenorrhea. Based on the chi-square results, a p-value of 0.568 (p> 0.05) was obtained, indicating no significant relationship between Body Mass Index (BMI) and the incidence of dysmenorrhea among female adolescent at La Tansa High School in 2025. In conclusion, there is no significant relationship between Body Mass Index (BMI) and the occurrence of dysmenorrhea among female adolescent at SMA La Tansa 2 in 2025. It is hoped that female adolescent will continue to manage stress and maintain a balanced diet to help reduce dysmenorrhea complaints.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
References
Adriyani, M. (2019). Gizi dan Keseatan remaja. Jakarta: Kencana.
Aksari, N. (2022). Dismenore primer dan dampaknya terhadap aktivitas remaja putri. Yogyakarta: Deepublish.
Arifin, Z. (2003). Psikologi remaja: Perkembangan peserta didik. Jakarta: Bumi Aksara.
Armayanti, D. e. (2021). Faktor risiko kejadian dismenore primer pada remaja putri . Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia, 66-72.
Berbic, D. &. (2014). Menstrual Disorders: Investigation and Management. Cambridge: Cambridge University Press.
Bobak, I. M. (2004). Buku ajar keperawatan maternitas (Edisi 4). Jakarta: EGC.
Daulay, N. (2022). Hubungan siklus menstruasi dengan kejadian dismenore primer. Jurnal Ilmiah Kebidanan, 66-72.
Diah, A. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri. Yogyakarta: UNY Press.
Dianawati, A. (2006). Pendidikan seks untuk remaja. Jakarta: Kawan Pustaka.
Dinkes Kabupaten Lebak. (2021). Laporan kasus dismenore pada remaja Kabupaten Lebak Tahun 2021. Laporan tahunan Dinkes Lebak.
Dinkes Provinsi Banten. (2021). Profil kesehatan remaja Provinsi Banten tahun 2021. Laporan tahunan Dinkes Banten.
Djimbula, F. R. (2022). Pravalensi dismenore pada remaja perempuan di beberapa negara: Tinjauan literatur. Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia, 45-53.
Ervianti, N. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenore pada remaja putri. Jurnal Ilmiah Bidan, 23-31.
Fatmawati, A. &. (2020). Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Dismenore Pada Remaja. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Reproduksi, 45-52.
Fitriani. (2020). Pengaruh Aktivitas Fisik terhadap kejadian Dismenore pada Remaja Putr . Bandung: Alfabeta.
Handayani, R. (2021). Status Gizi dan Dismenore pada Remaja Putri di SMA Negri 1 Bandung. Jurnal Keperawatan Indonesia, 165-172.
Hu, Z. T. (2020). Pravalence and risk factors associated with primary dysmenorrhea among Chinese female University students: A cross-sectional study. BMJ open.
Hulu, S. (2019). Metodologi Penelitian Kesehatan. Medan: Perdana Publishing.
Hurlock, E. B. (2001). Psikologi perkembangan: suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (Terjemahan Istiwidayanti & Soedjarwo). Jakarta: Erlangga.
Irianto, K. (2015). Gizi reproduksi dan penyakit menular seksual (PMS). Bandung: Alfabeta.
Kemenkes RI. (2018). Profil kesehatan remaja Indonesia tahun 2018. Jakarta: Kemenkes RI.
Kemenkes RI. (2021). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2021. Jakarta: Kemenkes RI.
Kritiyowati, S. (2019). Kesehatan Reproduksi Remaja. Yogyakarta: Deepublish.
Kusmiran, E. (2012). Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita. Jakarta: Salemba Medika.
Lacovies, S. A. (2015). What we know about primary dysmenorrhea today: A critical review. Human Reproduction Update, 762-778.
Lail, N. (2019). Status gizi sebagai faktor risiko kejadian dismenore pada remaja putri. Jurnal kesehatan reproduksi remaja, 77-83.
Laili, F. (2023). Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Dismenore Primer pada Remaja Putri. Jurnal Ilmiah Kebidanan, 12-19.
Malahayati, E. (2010). Kesehatan reproduksi wanita. Yogyakarta: Pustaka Rihana.
Manuaba, I. B. (2010). Ilmu kebidanan, penyakit kandungan, dan keluarga berencana untuk pendidikan Bidan. Jakarta: EGC.
Marmi. (2013). Kesehatan reproduksi. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Munthe, F. (2021). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Dismenore pada Remaja Putri. Jurnal Ilmu Kesehatan, 33-41.
Nair, M. &. (2015). Pathophysiology Applied to Nursing Practice. Chichester: Wiley Blackwell.
Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Oktorika, D. e. (2020). Pengaruh Status Gizi terhadap Dismenore Primer pada Remaja di SMA X Palembang. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Masyarakat, 89-96.
Pejcic, A. &. (2016). Dysmenorrhea: Etiology, pathogenesis and treatment. Acta Facultatis Medicae Naissensis, 259-265.
Pithaloka, D. (2020). Status Gizi dan Kesehatan Remaja. Surabaya: Airlangga University Press.
Price, P. A. (2005). Patofisiologi: Konsep klinis proses-proses penyakit (Edisi 6). Jakarta: EGC.
Puspita, A. (2019). Klasifikasi dan Faktor penyebab dismenore pada remaja. Jurnal Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia , 12-19.
Rahayuningrum, D. (2021). Pravalensi dampak dismenore primer terhadap aktivitas remaja putri. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Indonesia, 120-128.
Rihardini, T. (2019). Kesehatan Reproduksi Remaja. Jakarta: Kencana Prenada Media.
Riskesdas. (2021). Hasil riset kesehatan dasar: badan penelitian dan pengembangan kesehatan. Kementrian kesehatan RI.
Salamah, N. (2021). Pravalensi dan dampak dismenore primer terhadap aktivitas remaja putri. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 120-128.
Savitri, R. H. (2019). Hubungan status gizi dengan kejadian dismenore pada remaja putri. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 25-31.
SDKI. (2022). Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2022: Kesehatan Reproduksi Remaja. Badan Pusat Statistik dan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Smith, R. P. (2018). Netter's Obestetrics and Gynecology (3rd ed). Philadelphia: Elsevier.
Sumantri, A. (2011). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Kencana.
Swandari, D. (2022). Intervensi fisioterapi pada kasus dismenore. Jurnal Fisioterapi Indonesia, 44-52.
Tambayong, J. (2001). Ilmu Kandungan (Edisi 2). Jakarta: EGC.
Tsamara, F. L. (2020). Faktor-faktor yang memengaruhi kejadian dismenore primer pada remaja putri di Asia Tenggara. Jurnal Ilmiah Kesehatan Global, 44-51.
Utami, H. &. (2023). Pedoman Penilaian Status Gizi Remaja Berdasarkan IMT/U. Makassar: Universitas Hasanuddin Press.
Wahyuni, D. &. (2018). Pengaruh dismenore terhadap aktivitas belajar remaja putri di sekolah. Jurnal Kebidanan Nusantara, 14-20.
Wayan, P. (2019). Hubungan siklus menstruasi dengan dismenore primer pada remaja. Jurnal Ilmu Bidan Indonesia, 33-40.
WHO. (2020). Global Health Estimates 2020: Menstrual disorders and dysmenorrhea. Geneva: Word Health Organization.
Wiknjosastro, H. (2006). Ilmu Kandungan (Edisi 2). Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Wurdiana, E. (2021). Dampak dismenore primer terhadap prestasi belajar remaja putri. Jurnal Ilmiah Kebidanan, 90-98.
Yatim, F. (2001). Ginekologi: Untuk mahasiswa kebidanan dan keperawatan. Jakarta: EGC.
Yulandasari, V. (2022). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Nyeri Haid pada remaja Putri di SMA Negri 2 Semarang. Jurnal Kebidanan Indonesia, 110-118.