Overview Of Community Knowledge And Actions On The Dangers Of Rabies-Infected Dog Bites In Kineleosan Village, Kombi District

Main Article Content

Jelita Mita Soputan
Lucyana Pongoh
Ilham Salam
Bertom Pajung
Vera Tombokan
Tony Pandaleke

Abstract

Rabies is a serious zoonotic disease caused by the Lyssavirus virus that attacks the central nervous system. The disease is still a threat, including in Kinaleosan Village where most of the community keeps dogs. The problems identified are the lack of public knowledge and preventive measures about rabies. There are still people who use traditional medicine such as lemon or chili pepper crushed after being bitten by a dog and do not immediately go to health facilities. The purpose is to find out an overview of the knowledge and actions of the people of Kinaleosan Village, Kombi District about the dangers of dog bites as rabies-transmitting animals. Using the methodology of quantitative descriptive research and the research population, all families who raise rabies-infected animals (dogs) in Kinaleosan Village as many as 235 families. Samples were taken from 148 families using the Slovin formula. Data were collected using questionnaires and analyzed using univariate analysis. The results showed that the characteristics of respondents' knowledge about the dangers of rabies-infected animal bites were mostly in the fairly good category, namely 75 respondents (50.7%). Meanwhile, the characteristics of public actions regarding the dangers of rabies-infected animal bites were mostly in the good category, namely 82 respondents (55.4%). The conclusion of this study is that the knowledge of the people of Kinaleosan Village about the dangers of rabies-infected animal bites is quite good (50.7%) and the community's actions are good (55.4%). It is recommended that the public continue to increase knowledge and increase actions regarding the dangers of rabies.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Jelita Mita Soputan, Lucyana Pongoh, Ilham Salam, Bertom Pajung, Vera Tombokan, & Tony Pandaleke. (2026). Overview Of Community Knowledge And Actions On The Dangers Of Rabies-Infected Dog Bites In Kineleosan Village, Kombi District. International Journal of Health Engineering and Technology, 5(1). https://doi.org/10.55227/ijhet.v5i1.767
Section
Health

References

Albunsyary, A., Muninghar, & Riswati, F. (2020). Pengaruh Pengetahuan, Pengalaman Kerja, Kompetensi SDM dan Pengembangan Karier Terhadap Prestasi Kerja Personel Polsek Pamekasan. MAP (Jurnal Manajemen Dan Administrasi Publik), 3(01), 19–37.

Clarissa, A. G. N., & Gunawan, S. (2023). Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Denpasar Bali Mengenai Pencegahan dan Tatalaksana Rabies. Jurnal Ilmiah Indonesia, 8(5), 3625-3631.

Dewi, I. A. K. T. (2024). Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Sikap Masyarakat Mengenai Pencegahan Kasus Rabies di Banjar Sanggulan Desa Banjar Anyar Tahun 2024. JURNAL NAWACITA USADA, 1(01), 55-64.

Dinas Kesehatan Sulut. (2022). Kunjungan Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara ke Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Tenggara Terkait Penangganan Rabies. https://dinkes.sulutprov.go.id/detailpost/kunjungan-kepala-dinas kesehatan-daerah-provinsi-sulawesi-utara-terkait-penanganan- rabies-di-kabupaten-minahasa-tenggara

Ernanda, D., & Sugiyono, S. (2017). Pengaruh Store Atmosphere, Hedonic Motive Dan Service Quality Terhadap Keputusan Pembelian. Jurnal Ilmu Dan Riset Manajemen (JIRM), 6(10).

Fidela, P. (2024). Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Bahaya Rabies dan Pencegahannya di Kampung Rama Kota Makassar. Skripsi, Universitas Hasanuddin, Makassar.

Hamid, A. (2024). Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Dengan Tindakan Pencegahan Penyakit Rabies Di Kelurahan Bugis. Prepotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(2), 4491-4499.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Surat Edaran Nomor: HK.02.02/C/508/2025 tentang Kewaspadaan Terhadap Kasus Rabies. Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit.

Kementerian Kesehatan RI. (2023). Pedoman Penatalaksanaan Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Indonesia. Jakarta: Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P).

Losoh, D. S., Sembiring, E. E., & Nurmansyah, M. (2024). Hubungan Pengetahuan dan Sikap Masyarakat dengan Tindakan Pencegahan Rabies di Wilayah Kerja Puskesmas Melonguane. Mapalus Nursing Science Journal, 2(2), 38-47.

Maharani, S. A., Hilmi, I. L., & Salman, S. (2023). Efektivitas Vaksin Antirabies pada Manusia dan Cara Pemberantasan Kasus Rabies yang ada di Indonesia. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(4), 473-479.

Mamonto, F. H. (2023). Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Masyarakat tentang Pencegahan Rabies di Wilayah Kerja Puskesmas Tahuna Timur Kabupaten Kepulauan Sangihe. Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado.

Ndoen, H., Ole, A., Gale, A., Ndjurumbah, E., Mongko, F., Nesimnasi, J., ... & Wula, T. (2024). Edukasi Pencegahan Rabies Bagi Siswa Sekolah Dasar. GOTAVA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 93- 98.

Notoatmodjo, S. (2020). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2020). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan (Ed. rev.). Rineka Cipta.

Pancar, F. M. M., Libriani, R., Yaddi, Y., Prasanjaya, P. N., Dhian, P., Qurniawati, Q., ... & Aprilia, T. (2023). Upaya Peningkatan Kesadaran Masyarakat Terhadap Vaksinasi Rabies Hewan Kesayangan pada Hari Rabies Sedunia di Kota Kendari Menuju Indonesia Bebas Penyakit Rabies 2030. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 3(3), 845-850.

Paramita, R. W. D., Rizal, N., & Sulistyan, R. B. (2021). Metode penelitian kuantitatif. Lumajang: Widya Gama Press (APPTI), Edisi, 3.

Permatananda, P. A. N. K., Cahyawati, P. N., Aryastuti, A. A. S. A., & Lestarini, A. (2022). Upaya Pencegahan Rabies di Desa Taman, Bali. ABDISOSHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sosial dan Humaniora, 1(3), 357-363.

Pote, P. F., Telew, A. A., & Butarbutar, A. R. (2024). Hubungan Pengetahuan dan Sikap Masyarakat dengan Tindakan Pencegahan Rabies di Wilayah Kerja Puskesmas Molompar. VitaMedica: Jurnal Rumpun Kesehatan Umum, 2(2), 52-60.

Rahmawati, F. & Sari, M. D. (2022). Dampak psikologis pada korban gigitan anjing rabies di daerah endemis. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 17(3), 221–229.

Ridwan, M. (2021). Studi Analisis Tentang Makna Pengetahuan dan Ilmu Pengetahuan Serta Jenis dan Sumbernya. Jurnal Penelitian Multidisiplin, 4(1).

Roflin, E., & Liberty, I. A. (2021). Populasi, Sampel, Variabel dalam penelitian kedokteran. Penerbit Nem.

Rustam, H. K. (2022). Peninjauan Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Pencegahan Terhadap Penyakit Rabies di Soppeng. Infokes: Jurnal Ilmiah Rekam Medis Dan Informatika Kesehatan, 12(2), 52-60.

Saputro, D. N. H., Pujiastuti, D., & Astuti, W. T. (2025). Pemberdayaan Masyarakat Dalam Kewaspadaan Terhadap Gejala Neurologis dan Hematologis Akibat Gigitan Binatang di Sleman Yogyakarta. Arreta: Community Health Service Journal, 1(1), 37-45.

Safaldy, A., Hermawan, A. D., Trisnawati, E., & Arfan, I. (2025). Hubungan pemeliharaan anjing dengan risiko gigitan hewan penular rabies di Sajingan dan Entikong (Wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia). Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health), 3(11), 475-485.

Simatupang, H. S., et al. (2023). Efektivitas penanganan awal luka gigitan anjing terhadap risiko infeksi rabies. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 33(2), 133–140.

Sudewi, A. A. R., et al. (2020). Rabies in Bali: Epidemiological review and challenges toward elimination. Jurnal Veteriner, 21(1), 112–118.

Syahfitri, R. I. (2023). Pengaruh Tingkat Pengetahuan Terhadap Pencegahan Penyakit Rabies. PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2(1), 48-53.

Wawan Kurniawan, S. K. M., & Aat Agustini, S. K. M. (2021). Metodologi Penelitian Kesehatan dan Keperawatan; Buku Lovrinz Publishing. LovRinz Publishing.

Wicaksana, R. D. (2023). Gambaran tingkat pengetahuan dan sikap pasien tergigit hewan Rabies di Kota Palangka Raya tahun 2023 (Doctoral dissertation, Rinaldy Dwi Wicaksana).

Wicaksana, R. D. (2024, August). Gambaran Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Pasien Tergigit Hewan Rabies di Kota Palangka Raya Tahun 2023: Description of the Level of Knowledge and Attitudes of Patients Bitten by Rabid Animals in Palangka Raya City in 2023. In Jurnal Forum Kesehatan: Media Publikasi Kesehatan Ilmiah (Vol. 14, No. 1, pp. 15-19).

Widada, I. N., et al. (2021). Analisis epidemiologi rabies pada manusia akibat gigitan anjing di Indonesia. Jurnal Kedokteran Hewan, 15(2), 84– 90.

Wijaya, R., Kurniawan, R. N., & Wijaya, I. (2022). Faktor Predisposisi Pencegahan Penyakit Rabies di Wilayah Kerja Puskesmas Donggo Kabupaten Bima. Jurnal Promotif Preventif, 5(1), 32-37.

World Health Organization. (2024. Cegah Setiap Kematian Akibat Rabies: Pada Hari Rabies Sedunia 2024. WHO dan FAO Menyoroti Perlunya Tindakan Cepat serta Menyeluruh. https://www.who.int/indonesia/id/news/detail/28-09-2024-prevent- every-rabies-death--who-and-fao-highlight-need-for-urgent-- comprehensive-action-on-world-rabies-day-2024.

World Health Organization. (2025, July 24). Rabies – Timor-Leste. https://www.who.int/emergencies/disease-outbreak-news/item/2025DON576