The Role Of Peer Education To Prevent Early Marriage Among Adolescents In Indonesia
Main Article Content
Abstract
The high rate of early marriage in Indonesia is a serious challenge that has an impact on the risks of reproductive health, education, and social welfare of adolescents. Peer education has emerged as a promising intervention strategy, but the effectiveness and determinants of its success of various community service programs in Indonesia require a comprehensive synthesis. This study aims to evaluate the effectiveness of various peer education methods, identify determinants of success, and analyze the challenges of implementing public health strategies in reducing the rate of early marriage in Indonesia. A systematic review was conducted on 18 research articles (consisting of community service actions and quantitative research) published between 2019 and 2026. The analysis was carried out by grouping interventions based on methods, objectives, and outputs achieved, then synthesized to answer the urgency of peer intervention in Indonesia. The results of the analysis showed that the peer education method was consistently able to increase knowledge and change adolescents' attitudes to be more rational (p<0.05). Determinants of success include the convenience of horizontal communication between peers, the use of creative educational media (such as Monopoly Genres and digital platforms), and the integration of programs with formal structures at the village or school level (such as PIK-R and Village Decree policies). However, implementation is still hampered by traditional cultural norms, social pressures, and a lack of post-program sustainability support, as well as structural challenges related to family economics in rural areas. It can be concluded that peer education is a very effective strategy to cut communication barriers on sensitive adolescent reproductive health issues. The sustainability of the program is highly dependent on cross-sectoral collaboration between health offices, village officials, and youth cadres. A more holistic health promotion model is needed by aligning reproductive education, legal protection advocacy, and family economic empowerment to have a systemic and long-term impact.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
References
Andyarini, E. N., & Mustika, I. (2025). Pemberdayaan masyarakat tentang kesehatan reproduksi remaja melalui pembentukan "Radar Kepo" dengan pendekatan Community-Based Research (CBR). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(3), 200–212.
Ardhiani, I. T., Wardhani, R. K., & Mardiana, H. R. (2024). Pendidikan kesehatan dalam pemberdayaan remaja sehat untuk meningkatkan pengetahuan tentang pernikahan dini di MTs Nurul Huda. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 8(2), 45–55.
Arisjulyanto, D., & Suweni, K. (2023). Pengaruh Empowerment Community dalam upaya mencegah pernikahan dini pada remaja. Jurnal Kesehatan, 1(4), 1–10.
Asma, N., Pramana, C., & Agustiani, M. D. (2026). Inovasi CERDAS (Cegah Pernikahan Dini dengan Edukasi, Remaja Aktif, dan Sebaya): Penguatan peran Posyandu Remaja di Puskesmas Andeo. Jurnal Promosi Kesehatan, 4(3), 15–29.
Astari, R., & Fitriyani, E. (2019). Pengaruh peer education terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang pencegahan HIV-AIDS di SMK Korpri Majalengka. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal, 10(2).
BPS Provinsi Jawa Barat. (2023). Jumlah penduduk hasil proyeksi interim di Provinsi Jawa Barat menurut kabupaten/kota dan jenis kelamin, 2021-2023.
Ding, X., & Yao, J. (2021). Peer education intervention on adolescents anxiety, depression, and sleep disorder during the COVID-19 pandemic. Psychiatria Danubina, 32(3-4), 527-535.
Dumilah, R., Fariji, A., & Petralina, B. (2019). Pengaruh teman sebaya, lingkungan keluarga dan budaya terhadap persepsi remaja tentang perkawinan di bawah umur. Jurnal Penelitian Kesehatan, 4(1), 15–28.
Hamidiyanti, Y. F., & Pratiwi, I. G. (2021). Peran teman sebaya dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi pernikahan usia dini pada remaja. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 3(1), 10–22.
Hanifah, S. D., Nurwati, R. N., & Santoso, M. B. (2022). Seksualitas dan seks bebas remaja. Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM), 3(1), 5-7.
Izah, N., Hidayah, S. N., Rakmita, & Aldina, H. (2020). Upaya cegah premarital seks dengan pemberdayaan teman sebaya. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 11(01), 33–45.
Kadafi, A., Pratama, B. D., & Suharni. (2022). Pelatihan menjadi pendidik sebaya sebagai upaya preventif pernikahan dini. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 88–101.
Kemenkes RI. (2018). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Kurniadi, Hasbi, M., & Wulandari, A. T. (2023). Pemberdayaan konselor sebaya dalam pencegahan kejadian pernikahan dini dengan program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP). Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(2), 112–125.
Kusmiran, E. (2014). Kesehatan reproduksi remaja dan wanita. Salemba Medika.
Marcelina, S. T., Yudianti, I., Sondakh, J. J., & Astutik, H. (2021). Pemberdayaan remaja dalam mencegah pernikahan dini dan stunting. Jurnal Dharma Bakti-LPPM IST AKPRIND, 4(2), 202-215.
Muhajarah, K., & Fitriani, E. (2022). Edukasi stop pernikahan dini melalui penyuluhan pendewasaan usia perkawinan. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 6(3), 2268-2280.
Muntamah, A. L., Latifiani, D., & Arifin, R. (2019). Pernikahan dini di Indonesia: Faktor dan peran pemerintah perspektif penegakan dan perlindungan hukum bagi anak. Widya Yuridika, 2(1), 1-15.
Nurfazriah, I., & Hartati, A. (2023). Efektivitas promosi kesehatan dengan metode peer education terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri tentang dampak pernikahan dini di SMPN 5 Cilegon. Jurnal Promosi Kesehatan, 1(3), 40–52.
Oktaviana, A. W., Sofiana, L., Wahyuningrum, D., dkk. (2025). Pemberdayaan remaja melalui pembentukan PIK-R di lereng Merapi sebagai upaya pencegahan pernikahan dini. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(2), 75–89.
Pradana, H. H., Prastika, S. D., Mudawamah, N., & Siswoko, R. Y. (2022). Kesejahteraan psikologis pada pasangan pernikahan dini di Kabupaten Blitar. Al-Izzah: Jurnal Pendidikan dan Konseling Islam, 2(2), 12-22.
Prawiradilaga, R. S., Makaginsar, C., Rianti, E., Yuniarti, & Yulianti, A. B. (2024). Pelatihan edukator sebaya mengenai pernikahan dini pada remaja di Kabupaten Bandung Barat. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 9(11), 30–42.
Qamariah, N., Andaruni, R., Amini, A., Harahap, A. P., & Amilia, R. (2019). Pembentukan peer educator dalam upaya peningkatan kualitas remaja melalui pemberian akses informasi tentang pendewasaan usia perkawinan di Desa Sembung. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 5–18.
Rosamali, A., & Arisjulyanto, D. (2020). Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang bahaya pernikahan dini di Lombok Barat. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan), 4(3), 21-25.
Rosdarni, Dasuki, D., & Waluyo, S. D. (2015). Pengaruh faktor personal terhadap perilaku seksual pranikah pada remaja. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 9(3), 214-221.
Siregar, N. S. A., Arisjulyanto, D., Mansur, T. N., & Abimulyani, Y. (2025). Pengaruh peer education terhadap sikap remaja tentang pernikahan di Kabupaten Mimika. Jurnal Penelitian Kesehatan, 4(1), 105–118.
Sukaesih, N. S., Pramajati, H., Sopiah, P., & Lindayani, E. (2020). Peningkatan pengetahuan dan kesadaran tentang kesehatan reproduksi remaja perempuan melalui program pendampingan teman sebaya di wilayah kerja Puskesmas Cimalaka. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(04), 210–225.
Trisiswati, M., Sofie, Y., Maulana, A. Y., & Rizka, N. (2024). Pencegahan pernikahan dini melalui peer konselor remaja di Cipinang Besar Utara. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 55–68.
Yunus, M., Amelia, D., Suprobo, N. R., Devi, T., Athallah, R. F., Billah, M. A. A., & Wibowo, R. A. (2025). PROTEKSI: Program edukasi dan konseling terintegrasi untuk remaja sebaya tentang kesehatan reproduksi. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(2), 120–135.
Zuliah, A., Aflah, Hasibuan, R. L., Simamora, M., & Safnul, D. (2023). Formation and development of cadres of peer educators to prevent and mitigate the impacts of early marriage in the village of Pool, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, North Sumatra. Jurnal Kesehatan, 8(2), 22–35.